Lansia Tewas Tertemper KRL di Tebet

JAKARTA — Seorang pria lanjut usia berinisial S (81) tewas setelah tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Bogor–Jakarta di pelintasan sebidang liar di Jalan H Barat, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026) pagi.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, saat kawasan tersebut tengah ramai dilalui warga dan pelajar. Lokasi kejadian berada di dekat SMA Negeri 37 Jakarta.

Sebelum kejadian, korban yang diketahui merupakan warga sekitar sempat duduk di sebuah pos sederhana yang berada di area pelintasan. Penjaga pelintasan, Uta (30), mengatakan dirinya saat itu tengah mengawasi perjalanan kereta dari sekitar lokasi.

Menurut Uta, ketika KRL sudah mendekati pelintasan, korban tiba-tiba tidak lagi terlihat. Tak lama kemudian, korban diketahui tertemper kereta dan terseret.

“Saya lagi melihat ke sana, melihat kereta kan jagain. Terus pas kereta sudah dekat, tahu-tahu dia enggak ada, pas saya menengok sudah terseret,” kata Uta.

Petugas KAI Stasiun Cawang, Reynaldo, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian dari asisten masinis sekitar pukul 06.37 WIB. Petugas kemudian mendatangi lokasi sekitar pukul 06.50 WIB.

Proses evakuasi korban dilakukan setelah petugas kepolisian dan pihak terkait tiba di lokasi. Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans dan selanjutnya dibawa menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) oleh petugas Palang Hitam.

Uta menyebut korban telah dievakuasi dari lokasi pada sekitar pukul 08.35 WIB. Sementara itu, Reynaldo menyebut proses evakuasi selesai sekitar pukul 08.50 WIB.

Pelintasan Dijaga Secara Swadaya

Pelintasan sebidang tersebut diketahui bukan pelintasan resmi dan selama ini dijaga secara swadaya oleh masyarakat sekitar. Penjaga biasanya memantau kedatangan kereta secara manual dengan mengandalkan penglihatan.

Palang pelintasan juga masih sederhana, yakni berupa tongkat besi yang dibuka dan ditutup secara manual oleh warga yang berjaga.

Pelintasan selebar sekitar 1,5 meter itu cukup sering digunakan masyarakat untuk berpindah dari dan menuju Kelurahan Kebon Baru serta Kelurahan Tebet Timur. Selain pejalan kaki, kendaraan roda dua juga kerap melintas di lokasi tersebut.

Di sekitar pelintasan terdapat permukiman padat dan sejumlah ruko yang menjual makanan. Pos penjaga berada tepat di sisi dalam pelintasan, hanya berjarak sekitar satu meter dari rel.

Pos tersebut sangat sederhana, hanya berupa kursi kayu dengan atap kayu, sehingga warga yang berjaga harus berada di dalam area pos ketika kereta melintas.

Pasca kejadian, perjalanan KRL dilaporkan kembali normal. Sejumlah petugas dari PT KAI Commuter bersama warga juga terlihat melakukan penjagaan di sekitar pelintasan.

Sekitar pukul 08.50 WIB, jasad korban sudah tidak berada di lokasi. Namun, sejumlah warga masih berkumpul di sekitar pelintasan untuk melihat kondisi lokasi dan mencari informasi mengenai kejadian tersebut.


DOKUMENTASI VIDEO

⚠️ WARNING !  Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.

🎬 DOKUMENTASI VIDEO (UNCENSORED):

⚠️ CATATAN !  Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.

Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Tulis Komentar

You might also like

CREEPY ROOM adalah media informasi dan arsip dokumentasi kasus-kasus kelam dari berbagai belahan dunia. CREEPY ROOM menyajikan rangkuman insiden, kronologi, dan materi visual yang bersifat informatif serta kontekstual. Seluruh konten disusun untuk tujuan dokumentasi, referensi, dan edukasi.