Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, klinik kesehatan mental, ataupun orang terdekat Anda.
Peristiwa tragis terjadi di Jembatan Batang, Desa Labasari, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, pada Rabu (29/4/2026) malam. Seorang perempuan muda berinisial NKRPN (27) dilaporkan meninggal dunia setelah menjatuhkan diri dari jembatan tersebut.
Sebelum kejadian, korban diketahui sempat keluar rumah bersama adiknya dengan alasan membeli es. Namun, setibanya di sekitar lokasi jembatan, korban menunjukkan gelagat mencurigakan seolah hendak melompat. Beruntung, aksi tersebut sempat digagalkan oleh sang adik yang sigap menahan dan membujuk korban untuk pulang.
Situasi berubah saat keduanya tiba di depan gang rumah. Korban meminta adiknya menghentikan sepeda motor dengan dalih ingin berbicara. Tanpa diduga, korban justru mengambil alih kendaraan dan kembali melaju seorang diri meninggalkan adiknya.
Merasa ada yang tidak beres, sang adik segera pulang untuk memberi tahu orang tua mereka. Keluarga kemudian bergegas menuju lokasi di Jembatan Batang. Setibanya di sana, mereka menemukan sepeda motor korban terparkir di pinggir jalan serta sepasang sandal yang tertinggal di trotoar jembatan.
Setelah dilakukan pengecekan ke bawah jembatan, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak. Warga bersama pihak keluarga dan aparat kepolisian langsung melakukan evakuasi. Namun nahas, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi akibat luka serius di bagian kepala.
Kapolsek Abang, I Komang Gede Sosiawan, menyampaikan bahwa motif di balik kejadian ini masih dalam tahap penyelidikan. Ia mengungkapkan bahwa korban dikenal sebagai pribadi tertutup dan baru saja pulang ke kampung halaman setelah bekerja di Gianyar, sehingga kejadian ini mengejutkan pihak keluarga.
“Motifnya belum diketahui, karena pihak keluarga masih syok. Namun kami akan tetap melakukan penyelidikan agar ke depan bisa dilakukan upaya pencegahan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2026).
Pihak keluarga disebut telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Meski demikian, kepolisian tetap melakukan pendalaman guna mengungkap penyebab pasti di balik peristiwa tragis tersebut.
ㅤ
⚠ WARNING ! Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.
🎬 LINK VIDEO:
1. https://aceimg.com/014159377.mp4
2. https://aceimg.com/22c47e8f2.mp4
3. https://aceimg.com/1371f0325.mp4
4. https://aceimg.com/af41b2f52.mp4
Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.
Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.