LINGGA – Tragedi penemuan jasad seorang wanita yang terkubur dangkal di belakang rumah di wilayah Dabo Singkep, kawasan Setajam, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, masih menyisakan tanda tanya besar. Kasus ini terus menjadi perhatian publik seiring berkembangnya fakta-fakta baru yang diungkap pihak kepolisian.
Berdasarkan hasil identifikasi, korban diketahui bernama Syafitri Yana (23) sesuai data kependudukan. Namun, pada tubuh korban ditemukan tato bertuliskan nama “Diana” di bagian lengan kiri bawah. Perbedaan identitas ini sempat memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, menegaskan bahwa kedua nama tersebut merujuk pada orang yang sama.
“Nama di Kartu Keluarga adalah Syafitri Yana, sementara di tato tertulis Diana. Itu merujuk pada orang yang sama,” ujarnya pada 29 April 2026.
Korban diketahui merupakan warga Tanjungpinang yang tinggal di Dabo Singkep bersama suaminya bernama Jaka. Jasad korban ditemukan terkubur tidak jauh dari rumah yang mereka tempati, dengan jarak sekitar 30 hingga 40 meter dari lokasi penguburan.

Saat proses evakuasi dilakukan, rumah tersebut dalam kondisi kosong. Jaka tidak berada di lokasi dan hingga kini tidak dapat dihubungi, memunculkan dugaan keterkaitan dalam kasus ini.
Penyelidikan semakin berkembang setelah muncul keterangan dari abang kandung Jaka, Suarman alias Nanang, yang juga merupakan abang ipar korban. Ia mengungkapkan bahwa sehari sebelum jasad ditemukan, tepatnya pada Senin (27/4/2026), Jaka sempat mendatanginya untuk menitipkan kunci rumah dan mobil.
Saat itu, Jaka mengaku hendak menenangkan diri sekaligus menemui anak dari pernikahan sebelumnya. Tanpa rasa curiga, Nanang hanya berpesan agar adiknya berhati-hati.
Komunikasi antara keduanya masih berlangsung di hari yang sama. Bahkan, Jaka sempat mengabarkan bahwa dirinya telah berada di Batam dan berencana melanjutkan perjalanan melalui bandara.
Namun situasi berubah drastis keesokan harinya, Selasa (28/4/2026), ketika Nanang menerima telepon dari anaknya yang mengabarkan penemuan mayat di belakang rumah Jaka.
“Saya sempat terdiam. Lalu saya tanya, itu laki-laki atau perempuan. Tidak lama kemudian anak saya telepon lagi dan bilang korban perempuan,” ungkap Nanang.
Mendengar kabar tersebut, Nanang langsung menduga bahwa korban adalah istri Jaka, terlebih menurutnya, pasangan tersebut sebelumnya sempat terlibat cekcok.
Nanang pun mencoba menghubungi Jaka. Dalam percakapan singkat, Jaka membantah keterlibatannya.
“Dia bilang, ‘Itu bukan aku pelakunya.’ Saya jawab, ‘Kalau bukan kau, siapa lagi? Pulanglah selesaikan masalah ini,’” kata Nanang.
Setelah percakapan tersebut, nomor ponsel Jaka tidak lagi aktif dan hingga kini belum dapat dihubungi. Keberadaannya masih menjadi misteri.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap secara jelas kronologi dan pihak yang bertanggung jawab dalam kasus ini.
Sementara itu, Nanang berharap adiknya segera memberikan kejelasan dan bertanggung jawab atas situasi yang terjadi.
“Saya harap dia menyerahkan diri atas apa yang telah dia lakukan, jangan menyusahkan saya sebagai abang di sini,” tutupnya.
ㅤ
⚠ WARNING ! Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.
🎬 LINK GAMBAR:
1. https://aceimg.com/0772a5bde.jpg
2. https://aceimg.com/a4cd5ac16.jpg
Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.
Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.