BULUKUMBA – Sebuah perjalanan wisata yang seharusnya menjadi momen menyenangkan berubah menjadi tragedi memilukan di kawasan wisata Apparalang, Desa Ara, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Seorang wisatawan muda bernama Elmi Febrianti (20) dilaporkan hilang setelah tersapu ombak saat berfoto di tepi tebing pada Minggu (7/6/2026).
Peristiwa nahas itu terjadi di salah satu spot foto favorit wisatawan yang berada di atas papan dermaga yang menjorok ke arah laut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian kondisi gelombang laut di kawasan Apparalang sedang cukup tinggi.
Sebelum insiden terjadi, korban diketahui tengah berfoto di bagian ujung dermaga yang berada sangat dekat dengan bibir tebing. Namun tanpa diduga, gelombang besar datang menghantam area tersebut hingga menyeret tubuh korban ke laut.
Salah seorang saksi yang merekam detik-detik kejadian menyebut korban berada terlalu dekat dengan tepi saat berfoto.
“Foto-foto ki tadi di situ di pinggir sekali, demi foto kasihan,” ujar seorang perempuan dalam video yang beredar luas di media sosial.
Setelah terjatuh ke laut, Elmi masih sempat terlihat berjuang mempertahankan diri di tengah derasnya arus. Dalam rekaman video yang viral, korban beberapa kali tampak timbul tenggelam sambil melambaikan tangan meminta pertolongan kepada orang-orang yang berada di atas tebing.
Momen tersebut menjadi sorotan publik karena tidak ada seorang pun yang turun ke laut untuk memberikan pertolongan. Korban akhirnya terseret arus dan menghilang dari permukaan perairan.
Kepala Desa Ara, Amiruddin, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, tidak ada warga maupun pengunjung yang berani melakukan upaya penyelamatan karena kuatnya arus laut di lokasi kejadian.
“Memang tidak ada yang turun karena takut. Arusnya sangat deras,” kata Amiruddin.
Ia juga menjelaskan bahwa sebenarnya fasilitas pelampung tersedia di kawasan wisata tersebut. Namun dalam situasi yang berlangsung sangat cepat, tidak ada yang sempat mengambil maupun menggunakannya.
“Pelampung ada, tetapi saat kejadian tidak ada yang mengambil karena panik,” tambahnya.
Setelah menerima laporan mengenai hilangnya korban, tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian. Proses pencarian dilakukan dengan menyisir area perairan sekitar Apparalang menggunakan perahu karet serta melakukan pemantauan di sepanjang garis pantai.
Kepala Pelaksana BPBD Bulukumba, Andi Hasbullah, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban terjatuh setelah terkena hempasan ombak saat berada di area tebing yang selama ini dikenal sebagai lokasi favorit pengunjung untuk berfoto.
“Penyebab terkena hempasan ombak di pinggiran tebing tempat spot foto Apparalang dan membuat korban terjatuh,” ujarnya kepada awak media, Minggu (7/6/2026).
Pencarian terus dilakukan hingga malam hari dengan melibatkan tim SAR gabungan, BPBD, aparat kepolisian, pemerintah setempat, serta sejumlah relawan. Berbagai upaya dilakukan mulai dari asesmen lokasi, penyisiran permukaan laut, hingga pencarian menggunakan perahu karet di sekitar titik korban diduga jatuh.
Setelah berjam-jam melakukan pencarian, tim SAR akhirnya berhasil menemukan korban pada Senin (8/6/2026) dini hari sekitar pukul 00.10 WITA.
Korban ditemukan sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal kejadian dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
“Korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada 8 Juni 2026 pukul 00.10 WITA dalam keadaan meninggal dunia, dengan jarak penemuan dari lokasi kejadian sekitar 1,5 kilometer,” ungkap salah seorang anggota tim SAR.
Penemuan jenazah korban sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang berlangsung sejak Minggu sore. Jenazah kemudian dievakuasi oleh petugas untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi para wisatawan agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai dan tebing, terutama ketika kondisi gelombang laut sedang tinggi. Keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama dibandingkan keinginan mendapatkan foto di lokasi yang berisiko.
ㅤ
⚠️ WARNING ! Link berisi dokumentasi video/foto mengenai kematian, kekerasan tingkat tinggi, dan peristiwa tragis lainnya. Disarankan untuk melihat dengan hati-hati dan bijak.
🎬 LINK VIDEO:
1. https://aceimg.com/eC5lYbxfn.mp4
2. https://aceimg.com/ZncsUVhDl.mp4
Jika saat klik link mengarah ke situs lain atau ke iklan, langsung tekan kembali (back) dan klik ulang linknya untuk melihat video/foto tanpa sensor.
Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.